Weaning with Love… eh Kopi ding..

weaning

Hari ini tepat 10 hari saya berhasil menyapih Satrio, sebetulnya masa menyusui tio juga sudah lewat masa kontrak 2 tahun yang diwajibkan hehe.. Tidak apalah dikasih bonus, menyusu adalah masa sekali untuk seumur hidup Satrio. Semoga kasih cinta bunda dengan menyusuimu 2 tahun lebih, akan membuatmu sehat selalu di sepanjang hidupmu nak. Amin.

Usaha menyapih Satrio beberapa bulan lalu dimulai dengan menggunakan lipstik, melihat warna merah dan mengatakan kalau nene-nya sakit sudah cukup membuatnya geleng-geleng kepala. Sukses menurut sy.. tapi apa daya, saat Satrio terbangun tengah malam.. papanya dengan setengah sadar bilang.. “Udah bunda, disusuin saja.. kasihan. Papa masih belum tega, papa masih seneng lihat Satrio nyusu.” Laaaah… bapake yang gk tega..

Alhasil upaya lipstick gagal.. dan Satrio masih lanjut nene nya. Tibalah suatu saat pulang kampung ketemu opanya di Jakarta (Jakarta kok kampung). Opanya langsung ngingetin kalau batasnya itu 2 tahun, dan bilang agar Satrio segera disapih.. karena sudah besar. Iya Opa maunya juga begitu, tapi tidak semudah ucapan.

Dengan tekad baja, upaya penyapihan dimulai lagi. Saat ini papa Satrio sedang diluar kota untuk beberapa waktu, jadi berkurang satu halangan hahaha.. Karena menyapih Satrio sudah tidak mempan menggunakan lipstik, kali ini menggunakan kopi pahit. Kebetulan Satrio anak yang agak pembersih.. gk suka lihat yang kotor-kotor. Ketempelan nasi di kaki aja dia sudah heboh.. jadi pas lihat nene dengan bintik-bintik hitam kopi, dia udah ngernyit duluan. Waktu disuruh nene dianya geleng-geleng. Wah.. mudahnya.. beberapa kali dia mencoba nekat (sangking pengen banget nene kali ya), begitu dia nenen langsung kerasa pahitnya kopi hitam dan Satrio langsung melepas si nene dan merasa heran.. kapok nekat sejak saat itu.

Sebenarnya beberapa kali hampir menyerah, karena kok ya kasihan.. Satrio berujar pelan merayu.. “nene maa..” tapi akhirnya ingat, kalau gk sekarang.. mau kapan lagi? Dengan berat hati sy katakan “Nene nya pahit, Satrio sudah besar.. gk nene lagi, kalau mau nene minum susu saja ya..” akhirnya dia manut minum susu Dan**w. Saat malam mau tidur, yang biasanya ngelonin dia pake nene.. sekarang dialihkan dengan memijat kaki, tangan dan badannya pakai body lotion, sepertinya dia suka wanginya.. dan merasa rileks saat dipijat. Nene,diganti dengan pelukan hangat bunda untuk Satrio. Pelukan yang membawa Satrio pulas ke alam mimpi.

Setelah 2 tahun lebih menyusui Satrio, awal menyapihnya memang membuat sedih. Masa terdekat dan eksklusif ibu anak harus berakhir juga. Sekarang Satrio bisa tidur hanya dengan dipeluk, Satrio bisa tidur hanya dengan digendong dan diayun ayun sebentar. Padahal dulu, dia hanya bisa tidur setelah disusui.

Bunda akan rindu masa-masa indah menyusuimu nak, dan mengingatnya sepanjang hayat.

Mengingat bagaimana pertama kali bunda memeluk tubuh mungilmu untuk bunda susui.

Mengingat tatapan mata beningmu yang tertuju pada bunda saat menyusu,

Dan bagaimana tangan kecilmu berusaha menggapai wajah bunda..

Mengingat kita selalu tidur bersisian sejak awal hidupmu, begitu dekat engkau dalam dekapan bunda..

Terima kasih Satrio..

Terima kasih Tuhan atas Rahman dan Rahimmu kepada kami..

sumber gambar: mbah google

Advertisements

9 thoughts on “Weaning with Love… eh Kopi ding..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s