Malaikat penjagaku…

Tik.. tik.. tik…

Jarum detik di jam bergerak perlahan menggenapi waktu, sambil mendengarkan sebuah lagu kesayangan “seandainya” pikirku terbang melintasi dimensi ruang dan waktu (halah.. sok serius, hehe..), begitu sulit rupanya memancing inspirasi datang keluar dari pikiran.. ternyata gak bisa dipaksa..

Aku ingat sesuatu.. hmm..

Sekitar 2 hari yang lalu kedua orang tuaku pergi ke luar kota, menggunakan pesawat, entah mengapa tiba-tiba muncul pikiran aneh di benakku “Wiek, gimana kalau terjadi sesuatu pada mereka?” astagfirullah.. selanjutnya perasaan takut ditinggalkan hinggap di hati dan aku jadi parno sendiri…

Teringat kembali kenangan diwaktu lalu.. saat daun-daun dari pohon bonsai di depan rumah berjatuhan (lebay), aku ingat, mama nyuruh bagusin mobil ijoku (ada yang perlu dibenerin), biar nyaman saat berpergian namun masih setengah-setengah kulakukan, lalu berkaitan dengan kuliah aku merasa belum maksimal (target mengkoleksi nilai A masih blom kesampen.. ya elahh…), mamaku ingin dalam sehari aku memainkan organ dan menyanyikan sebuah lagu untuknya ( yang jarang kukerjakan..), aku lebih asik dengan laptopku daripada menemani mama nonton tv, lebih senang salat sendiri dibanding salat maghrib berjamaah dengan mama … (ampuni hambaMu ini ya Allah..) dan banyak hal lain…

Sementara papa, saat pulang kantor mestinya aku siapkan minuman yang bisa menyegarkannya atau memotongkan buah yang tersimpan di lemari es (alias kulkas) bisa juga pagi hari aku bisa menemaninya sarapan lebih sering lalu menyemangatinya saat berangkat ke kantor… aku malah sibuk mempersiapkan diri kuliah… atau kadang masih bergelung selimut di tempat tidur…

Tindakan-tindakan kecil sebagai wujud perhatian..

Mengerjakan apa yang diminta orang tua sebagai ungkapan kepatuhan…

Dan kasih sayang…

Aku masih jarang melakukan hal-hal demikian.. padahal orang tua selalu memberi dan memenuhi yang kubutuhkan.. Malah terkadang aku masih saja menuntut ini dan itu dari mereka.. gimana kalau Allah tiba-tiba jengkel padaku, lalu…

Saat perasaan takut itu muncul, tiba-tiba saja hati ini bergumam…

Ya Allah..
Semoga pikiran yang tiba-tiba muncul tak beralasan ini hanya sebuah pengingat untukku..
Kalau ternyata selama ini, aku masih kurang bersyukur padaMu…
Aku masih sering menyia-nyiakan kedua malaikat penjagaku di dunia ini..
Yaitu kedua orang tuaku…

Ya Allah…
Beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka, membanggakan mereka lebih banyak daripada membuat mereka bersedih… karena kelakuanku..

Ya Allah…
Aku ingin lebih dekat dan menyayangi mereka sebagai wujud rasa cintaku padaMu..
Karena bagiku mereka adalah wakilMu didunia ini…
2 Malaikat penuh cinta yang selalu menginginkan kebaikan untukku..

Amin..

Aku mendoakan kedua malaikatku, agar mendapatkan keamanan dan keselamatan hingga berkumpul denganku lagi.. kusingkirkan pikiran aneh itu jauh-jauh… sembari memasang niat, jika mereka kembali.. aku akan lebih sering menunjukkan rasa sayangku.. menjawab perkataan mereka lebih halus… mengerjakan apa yang mereka minta.. menjaga hati mereka… agar mereka ridho dan ikhlas dalam mendoakanku…

Pa, Ma.. maafkan dewi kalau terkadang membuat hati papa mama bersedih..
Maklumilah sebagai proses pendewasaan diri bagi dewi..
Yang InsyaAllah tak akan dewi ulangi..

Pa, Ma.. I Love You..

Advertisements

4 thoughts on “Malaikat penjagaku…

    • Setuju.. mereka sebagai salah satu jalan Allah menunjukkan secara langsung kasih sayangnya pada kita, makanya ada kamut: Ridho Orangtua itu ridho Allah..
      Makasih udah mampir ke blog saya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s