Weaning with Love… eh Kopi ding..

weaning

Hari ini tepat 10 hari saya berhasil menyapih Satrio, sebetulnya masa menyusui tio juga sudah lewat masa kontrak 2 tahun yang diwajibkan hehe.. Tidak apalah dikasih bonus, menyusu adalah masa sekali untuk seumur hidup Satrio. Semoga kasih cinta bunda dengan menyusuimu 2 tahun lebih, akan membuatmu sehat selalu di sepanjang hidupmu nak. Amin.

Usaha menyapih Satrio beberapa bulan lalu dimulai dengan menggunakan lipstik, melihat warna merah dan mengatakan kalau nene-nya sakit sudah cukup membuatnya geleng-geleng kepala. Sukses menurut sy.. tapi apa daya, saat Satrio terbangun tengah malam.. papanya dengan setengah sadar bilang.. “Udah bunda, disusuin saja.. kasihan. Papa masih belum tega, papa masih seneng lihat Satrio nyusu.” Laaaah… bapake yang gk tega..

Alhasil upaya lipstick gagal.. dan Satrio masih lanjut nene nya. Tibalah suatu saat pulang kampung ketemu opanya di Jakarta (Jakarta kok kampung). Opanya langsung ngingetin kalau batasnya itu 2 tahun, dan bilang agar Satrio segera disapih.. karena sudah besar. Iya Opa maunya juga begitu, tapi tidak semudah ucapan.

Dengan tekad baja, upaya penyapihan dimulai lagi. Saat ini papa Satrio sedang diluar kota untuk beberapa waktu, jadi berkurang satu halangan hahaha.. Karena menyapih Satrio sudah tidak mempan menggunakan lipstik, kali ini menggunakan kopi pahit. Kebetulan Satrio anak yang agak pembersih.. gk suka lihat yang kotor-kotor. Ketempelan nasi di kaki aja dia sudah heboh.. jadi pas lihat nene dengan bintik-bintik hitam kopi, dia udah ngernyit duluan. Waktu disuruh nene dianya geleng-geleng. Wah.. mudahnya.. beberapa kali dia mencoba nekat (sangking pengen banget nene kali ya), begitu dia nenen langsung kerasa pahitnya kopi hitam dan Satrio langsung melepas si nene dan merasa heran.. kapok nekat sejak saat itu.

Sebenarnya beberapa kali hampir menyerah, karena kok ya kasihan.. Satrio berujar pelan merayu.. “nene maa..” tapi akhirnya ingat, kalau gk sekarang.. mau kapan lagi? Dengan berat hati sy katakan “Nene nya pahit, Satrio sudah besar.. gk nene lagi, kalau mau nene minum susu saja ya..” akhirnya dia manut minum susu Dan**w. Saat malam mau tidur, yang biasanya ngelonin dia pake nene.. sekarang dialihkan dengan memijat kaki, tangan dan badannya pakai body lotion, sepertinya dia suka wanginya.. dan merasa rileks saat dipijat. Nene,diganti dengan pelukan hangat bunda untuk Satrio. Pelukan yang membawa Satrio pulas ke alam mimpi.

Setelah 2 tahun lebih menyusui Satrio, awal menyapihnya memang membuat sedih. Masa terdekat dan eksklusif ibu anak harus berakhir juga. Sekarang Satrio bisa tidur hanya dengan dipeluk, Satrio bisa tidur hanya dengan digendong dan diayun ayun sebentar. Padahal dulu, dia hanya bisa tidur setelah disusui.

Bunda akan rindu masa-masa indah menyusuimu nak, dan mengingatnya sepanjang hayat.

Mengingat bagaimana pertama kali bunda memeluk tubuh mungilmu untuk bunda susui.

Mengingat tatapan mata beningmu yang tertuju pada bunda saat menyusu,

Dan bagaimana tangan kecilmu berusaha menggapai wajah bunda..

Mengingat kita selalu tidur bersisian sejak awal hidupmu, begitu dekat engkau dalam dekapan bunda..

Terima kasih Satrio..

Terima kasih Tuhan atas Rahman dan Rahimmu kepada kami..

sumber gambar: mbah google

50 First Date (review)

50 first dates movie

50 first dates movie

Film komedi romantis ini dibintangi oleh Drew Barrymore sebagai Lucy dan Adam Sandler sebagai Henry Roth. Film ini menceritakan kehidupan Henry Roth yang awalnya senang menjalani hubungan one night stand, hubungan singkat yang didasari suka sama suka dan tanpa ikatan. Dia akan mencari berbagai cara untuk menghilang dari wanita yang telah dikencani nya agar hubungan tersebut tidak berlanjut lebih jauh.

Hingga pada suatu hari, Henry bertemu dengan Lucy. Gadis yang bermasalah dengan ingatan jangka pendeknya. Lucy bertemu dan berkenalan dengan Henry, tapi keesokan harinya Lucy akan lupa pada Henry. Itu yang terjadi setiap harinya.. Salah seorang teman Henry mengatakan kalau Lucy adalah wanita yang cocok untuk Henry, Henry tidak perlu khawatir jika berkencan dengan Lucy berkali-kali, hari ini Henry bisa kencan dengannya toh esok hari Lucy akan lupa. Tapi Henry terlanjur jatuh cinta pada Lucy, ia tidak mau mempermainkan Lucy, hingga ia mencari berbagai cara agar bisa berinteraksi dengannya setiap hari. Walau ditiap harinya Lucy pasti tidak ingat Henry.

Berhasilkah Henry membuat Lucy ingat padanya? TIDAK (secara sadar).

Bagian haru di film ini adalah saat Lucy menyadari apa yang menimpa dirinya, saat Henry berusaha agar hidup Lucy bisa berjalan terus (tidak jalan ditempat), dan pada saat Lucy meminta Henry pergi dari hidupnya. Lucy tidak ingin menghalangi cita-cita Henry meneliti kehidupan hewan laut di kutub utara. Bagaimana Henry bisa mewujudkan impiannya itu kalau setiap hari harus mengurus Lucy. Kasian Henry yang patah hati.. Sementara Lucy tidak patah hati karena LUPA *sigh*.

Saat Henry mulai berlayar menuju kutub utara, ia menyadari sesungguhnya Lucy mengingatnya.. (dengan alam bawah sadarnya). How? Kira-kira beginilah percakapan keduanya:

“LUCCYYY…….. Kamu ingat padaku”

“Tidak…”

“Oh…”

“Siapa namamu?”

“Aku Henry..”

“Henry… aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, maukah kamu ikut denganku?”

“Ya..”

 …………………………….

“Ini studioku.. “

“Wow…” (Henry memperhatikan studio Lucy yang penuh dengan lukisan dirinya)

“Aku tidak tau siapa kamu Henry… tapi aku memimpikanmu hampir setiap malam.. Kenapa?”

“Menurutmu bagaimana jika kukatakan, didalam buku catatan yang kamu baca setiap harinya.. Dulunya banyak berisi tentang aku…”

” Itu cukup masuk akal…”

“Kamu menghapusku dari ingatanmu, karena mengira kamu menyebabkan aku tidak akan bisa hidup bahagia.. Tapi kamu salah, bersamamulah aku merasa bahagia.. Kamu adalah gadis impianku dan sepertinya aku juga demikian bagimu…”

“Henry… senang berkenalan denganmu…” (Yaelah……)

“Senang bertemu denganmu jugaa….”

Percayalah untuk scene ini, di filmnya akan lebih mengharukan dari percakapan yang saya tulis, tentu jika subtitle nya juga tidak ngaco, hehe… kecuali bahasa inggrismu jago jaya, bisa paham tanpa subtitle.. :p

Di akhir film.. Henry berhasil mewujudkan impiannya ke kutub utara, tentunya bersama Lucy, istrinya tercinta.. Anak perempuan mereka dan ayah Lucy yang turut serta.. (scene ini sukses membuat mata saya berair….)

Somewhere over the rainbow… way up high

And the dreams that you dreamed of once in a lullaby…

Oh, somewhere over the rainbow.. Blue birds fly

And the dream that you dreamed of

Dreams really do come true..

Bahasan film:

Film ini walau terkesan ringan dan menghibur, sesungguhnya memiliki pesan yang cukup dalam. Disini ada cinta tulus tanpa syarat yang ditunjukkan.. Baik oleh ayah dan adik lelaki Lucy, yang setiap harinya rela mengulang aktivitas yang sama demi Lucy. Juga oleh Henry yang bersedia menerima keadaan Lucy apa adanya.. Bahkan berusaha membuat lucy ingat dan jatuh cinta padanya setiap hari.. Lebih dari itu Henry berusaha agar kehidupan Lucy bisa berlanjut, berkembang.

Seperti itulah seharusnya cinta, bisa membuat orang yang mencintai dan yang dicintai menjadi pribadi yang lebih baik. Bisa saling melengkapi dan mendukung. Disini Lucy jadi bisa melanjutkan hidupnya walau dengan masalah ingatannya.. Sementara Henry, tentu dia menjadi pribadi yang lebih konsisten dan tidak takut berkomitmen dengan mencintai Lucy, serta bisa mewujudkan impiannya.

Obrolan tentang Jodoh

Sambil menunggu koneksi internet normal kembali (dudul amat hari ini koneksinya), tiba-tiba aku ingat obrolan tentang “jodoh” dengan teman adik ke empat dari GFF bersaudara, hwhwhw…

Jadi apa itu jodoh? Sempat ada 2 konsep / pernyataan yang terpikir olehku, keduanya memiliki sedikit perbedaan.. namun tetap beda, ini dia:

1.        Jodoh itu ada, seseorang punya jodoh diluaran sana. ADA tapi tidak ditentukan orangnya, dengan kata lain, JODOH kita bisa siapa saja..  (Si A punya jodoh, jodohnya bisa B, C, D, dst)

2.       Jodoh itu ada dan sudah ditentukan siapa orangnya (Si A berjodoh dengan B)

Beda kedua pernyataan diatas terkait dengan SUDAH DITENTUKAN ORANG YANG JADI JODOH KITA / BELUM. Persamaanya yaitu JODOH ITU ADA (maap ya bagi yang berpendapat lain dari ini, menurut saya ya begini.. hwhw..) persamaan yang lain adalah KITA HARUS BERUSAHA MENDAPATKANNYA, jadi kalau nggak berusaha.. ya bakal sulit mendapatkannya…

Dulu aku bingung, mana yang benar ya.. tapi akhir-akhir ini setelah merenung (halah, lebay..) aku lebih setuju dengan pernyataan kedua.. kenapa?

Yach.. kalau kita mengamati alam semesta ini, segala sesuatu yang tercipta didalamnya hidup dengan aturannya masing-masing, ada aturan yang berlaku meskipun aturan tersebut tidak terlihat. Bagaimana bumi ini berotasi (dengan putaran yang sedemikian rupa), bagaimana bumi, bulan, matahari dan benda planet lain bergerak dengan orbitnya masing-masing (ada aturannya). Bagaimana tumbuh-tumbuhan punya waktu kapan mulai tumbuh, mengeluarkan tunasnya, berbunga, berbuah, daunya mulai menguning.. dan lama-lama mati (tumbuhan saja punya aturan).

Segala sesuatu yang tercipta didalamnya hidup dengan aturannya masing-masing

Trus masa’ manusia yang jumlahnya miliaran ini, dari zaman Nabi Adam AS, sampai kelak datangnya hari akhir gak diatur dengan siapa ia akan bertemu, dengan siapa ia akan berjodoh… semerawut abis dong kalo gitu… Jadi aku berpendapat, DIA sudah menyiapkan seseorang untuk kita, yaitu si X (misal), yang perlu kita lakukan adalah berusaha mencarinya.. (meski kita tidak tau kalau X adalah jodoh kita)

Trus kok ada yang namanya cerai? -Tanya adik ke 4- (~.~)?

Ok..untuk menjawab pertanyaan ini, hal lain yang juga kupercayai adalah adanya batas waktu untuk segala sesuatu.. seperti adanya hari akhir yang akan mengakhiri kehidupan didunia ini (hancurnya langit dan bumi). Seperti adanya usia yang ditentukan bagi setiap makhluk yang hidup. Begitu juga dengan lamanya jodoh kita dengan orang lain.. tetap ada tenggat waktunya.. yang paling lama –didunia ini- adalah jika waktu berjodohnya kita dengan orang lain diakhiri dengan meninggalnya salah satu pasangan..  begitu..

Ada batas waktu untuk segala sesuatu..

Jadi kesimpulannya (kesimpulan saya pribadi) adalah:

Jodoh itu ada dan sudah ditentukan siapa orangnya, yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa agar bertemu dengan pasangan kita tersebut. Selanjutnya lama waktu kita berjodoh dengan orang lain juga sudah ditentukan… seperti waktu kita hidup didunia ini juga ditentukan lamanya bukan… Hehe.. ini opini, pendapat, hasil pemikiran.. jadi CMIIW yaaa….

Jodoh itu ada, yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa agar bertemu dengan pasangan kita tersebut

-uwiek-

puNya AtuRan

Hidup, kita tidak tau berapa lama usia yang kita miliki untuk tetap hidup di dunia ini.. Karena ketidaktahuan tersebut, seolah kita leluasa menjalani waktu yang kita punya… tak berbatas…

Sekarang aku membayangkan, jika saja aku divonis hanya memiliki waktu 1 minggu lagi untuk hidup… yang berarti selasa depan aku akan mati… lalu, apa yang akan kulakukan dengan waktu yang tersisa ya…

Aku akan…

  • Menghubungi orang-orang yang ingin kuhubungi walau hanya untuk menanyakan kabarnya…
  • Mengunjungi saudara, kerabat, keluarga yang kusayangi…
  • Makan dan minum makanan kesukaanku…
  • Melakukan hal-hal yang kusukai..
  • Berbuat baik…
  • Tersenyum, tertawa… bergembira, berbahagia…
  • Jalan2 menikmati pemandangan…
  • Menghayati ternyata hidup itu begitu berharga.. Dan bersyukur padaNya…
  • Beribadah dengan tekun, mengaji berdoa untuk menenangkan diriku..

Semua itu terpikirkan, saat aku membayangkan usiaku tinggal seminggu lagi… Aku jadi teringat tentang film yang mengisahkan dua orang yang difonis suatu penyakit dan akan meninggal setahun kemudian, mereka membuat daftar hal-hal yang harus dipenuhi sebelum mereka meninggal.. Keinginan-keinginan, harapan, impian, hasrat yang selama ini “dikesampingkan”atau “terlupakan” (the bucket list)

Kembali ke alam nyata dimana aku masih belum tau sampai berapa lama akan hidup di dunia ini, aku merasa.. Mulai sekarang, setiap hari aku harus berbahagia, melakukan hal-hal yang ingin kulakukan, makan dan minum makanan kesukaan, tetap menjalin hubungan dengan orang-orang yang kusayangi atau.. Semua orang barangkali.. Hwhw.. Beribadah dengan tekun, selalu bersyukur.. Meluangkan waktu untuk menghayati ternyata hidup ini sungguh berharga.. Sehingga aku akan selalu berterima kasih padaNya..

Kenapa juga judul tulisan ini punya Aturan… well yang tersirat dalam pikiranku adalah untuk bisa melakukan banyak hal dalam usia yang -seolah- tak berbatas, kita membutuhkan aturan-aturan dalam hidup..

Kita bisa mengatur keseharian kita, kapan waktunya bekerja, bersama keluarga, memperhatikan diri sendiri, berekreasi, beribadah..  Semua seharusnya diatur dengan seksama.. Agar usia “tak berbatas” ini tidak terlewat begitu saja dengan hal yang itu-itu saja.. Rutinitas tak bermakna (karena kita lupa memaknainya)

Karena sesungguhnya.. Aturan itu memberimu Kebebasan… percayalah…

Selain itu sebaiknya kita juga memiliki “list” mengenai apa-apa saja yang ingin kita lakukan, kita capai, kita wujudkan.. didalam kehidupan kita.. agar hidup menjadi lebih bermakna..🙂

Kemana Perginya…

Beberapa hari yang lalu waktu berangkat ke kampus ada kejadian di jalan. Pengendara sepeda motor (1) menyelip pengendara sepeda motor yang lain (2) sehingga terhalang untuk jalan. Sepertinya sempat ada adu mata diantara mereka alias saling melotot satu sama lain (halah) dan itu menyebabkan kendaraan lain berhenti..

Untungnya adu mata berakhir dan kami dapat melanjutkan perjalanan dengan te… bentar dulu, belum juga 50 meter, terlihat lagi para pengendara motor yang tadi dipinggir jalan. Pengendara motor yang merasa terhalangi mendatangi pengendara motor satunya dan mulai memukul menggunakan helm, gak lama pemukulan berlanjut diatas rumput.. Pengendara yang sejak awal dipukulin pake helm selanjutnya mendapat pukulan tangan berkali-kali diwajahnya.. Busyet…. Untung banyak warga yang berdatangan untuk melerai mereka..

Beberapa bulan yang lalu-pun aku sempat melihat kejadian (berantem-berantem) seperti itu, tapi ini di pasar… tau apa yang terjadi? Pedagang pasar mengejar seseorang (entah siapa) dengan mengacung-acungkan goloknya.. Kejadian itu diawali oleh adu mulut…  hmmm….

“Kemana Perginya…??”

Masih segar diingatan berita yang kutonton di tv (kejadian tanjung priok 2010).. Saling baku hantam, saling menyakiti satu sama lain.. Amarah mendominasi jiwa, kekerasan seolah hal yang biasa… semua yang melihat hanya bisa bertanya dalam hati.. Apa tidak ada jalan keluar lain, solusi yang tidak melibatkan adu fisik? Entah-lah…

Kemana perginya “kesabaran”, atau niat baik untuk menyelesaikan sesuatu dengan “kepala dingin” dan “hati terbuka”, atau perlu juga disebut “kedewasaan” telah pergi? Bukankah orang yang dikatakan dewasa adalah orang yang bisa menyelesaikan masalah dengan tenang dan bijaksana… Bicarakan secara langsung dengan niat mencari kejelasan dan jalan keluar terbaik..

Hanya karena “adu mata” dan “adu mulut” selanjutnya tangan, helm, golok dipakai untuk melampiaskan emosi dan kemarahan…

Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah engkau marah.” Kemudian beliau mengulangi perkataannya beberapa kali, dan bersabda: “Janganlah engkau marah.” (Riwayat Bukhari)

Marah-marah.. Ntar cepat tua…

Sabda Rasulullah yang lain:

“Tidaklah kekuatan itu dinilai dengan adu kekuatan (gulat), namun yang kuat itu adalah orang yang dapat menguasai dirinya tatkala marah.” (Muttapaq Alaih)

Jadi orang yang kuat itu sesungguhnya orang yang mampu menahan amarahnya.. Atau mengendalikan emosinya.. Hmm..

Nb: Jangan memberi kesempatan setan bergembira dengan amarah kita.. tapi biarkan mereka yang marah-marah karena sabar kita…

You are not alone

Ada saat dimana kita merasa… hmm.. ”masalah kok gak abis2 menghampiri gwe ya?” abis ini munculah itu, abis itu munculah ini… haiyah… capek rasanya… kadang juga muncul perasaan “rasanya hidup mereka-mereka (entah siapa mereka yang sedang dibayangkan) itu kok baik2 saja.. good-good aja, excelent-excelent aja… ruarrrr biasaaa… sedang aku…” (mulai-lah 5L datang  mendera: lesu, lelah, letih, linglung, lemah gemulai… logh?)

Hihi… mungkin kita kurang luas melihat, atau melihat dari sudut pandang yang “kurang tepat”. Tanpa sepengetahuan kita sebenarnya semua orang memiliki masalah, semua orang mendapat titipan “persoalan” yang harus diselesaikan dariNya. Tentu saja karena kita dititipi masalah, kita pasti sudah dipersiapkan “peralatan” atau “amunisi” untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan masalah yang datang tidak akan lebih besar dari kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah tersebut. Itu janji dariNya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…. (QS. Al-Baqarah (2): 286)

Apa aja amunisinya? Apa ya… huhu… kita punya hati untuk merasakan, menentukan, memilih.. percaya deh, sebenarnya untuk setiap persoalan.. jika kita tanyakan pada diri, pada hati nurani.. disana terdapat jawaban terjujur dari lubuk hati yang terdalam… ”kalo udah ditanya tapi gk muncul-muncul jawabannya gimana?” menurutku bukan gk muncul… Cuma, mungkin kita terlalu sering mengacuhkan, tidak mempedulikan, tidak mendengarkan apa yang dikatakan hati nurani.. jadi jawaban yang awalnya diteriakkan dengan keras dan lantang, lama kelamaan berubah menjadi bisikan lemah sayup-sayup tak terdengar.. jadi, tajamkan dulu pendengaran mata hatimu.. baru deh kedengaran.. hehe..

Hati adalah lentera hidup

Abis itu, you have brain.. otak untuk berfikir, untuk memikirkan… kalo kata adek saya brainware (sok keren lo dek) hwhwhw… kita dikasih otak untuk menganalisa masalah dan mikir berbagai kemungkinan menyelesaikannya… otak kita sangat canggih loh, maka perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin… pasti ada jalan keluar (tanamkan dalam pikiran). Selanjutnya tinggal kitanya mau mengusahakan agar ‘ide solusi” itu terwujud jadi nyata apa enggak… depend on your will…

Brainware canggih untuk berfikir

……..

Saat perasaan atau fikiran “kenapa si masalah ku gk abis2” muncul dan membuatmu bersedih… ingat aja “gak cuma aku kok yang punya masalah, semua orang punya, hanya saja.. aku tidak melihatnya secara langsung” semua orang berusaha, berjuang untuk menyelesaikan masalahnya.. kalau kita punya masalah dengan kuliah/kerjaan kita misalnya… orang lain ada yang punya masalah keluarga, keuangan, kesehatan, masalah dengan diri sendiri.. dll, hanya saja kita tidak tau… kita semua bersama-sama berjuang menyelesaikan masalah yang nongol dalam kehidupan kita masing-masing….

walau terasa sendiri, sebenarnya kita tetap bersama kok

Lagipula… kalau gk ada masalah bukankah hidup akan terasa membosankan ya… seperti sayur tanpa garam.. halah… hehe..

Malaikat penjagaku…

Tik.. tik.. tik…

Jarum detik di jam bergerak perlahan menggenapi waktu, sambil mendengarkan sebuah lagu kesayangan “seandainya” pikirku terbang melintasi dimensi ruang dan waktu (halah.. sok serius, hehe..), begitu sulit rupanya memancing inspirasi datang keluar dari pikiran.. ternyata gak bisa dipaksa..

Aku ingat sesuatu.. hmm..

Sekitar 2 hari yang lalu kedua orang tuaku pergi ke luar kota, menggunakan pesawat, entah mengapa tiba-tiba muncul pikiran aneh di benakku “Wiek, gimana kalau terjadi sesuatu pada mereka?” astagfirullah.. selanjutnya perasaan takut ditinggalkan hinggap di hati dan aku jadi parno sendiri…

Teringat kembali kenangan diwaktu lalu.. saat daun-daun dari pohon bonsai di depan rumah berjatuhan (lebay), aku ingat, mama nyuruh bagusin mobil ijoku (ada yang perlu dibenerin), biar nyaman saat berpergian namun masih setengah-setengah kulakukan, lalu berkaitan dengan kuliah aku merasa belum maksimal (target mengkoleksi nilai A masih blom kesampen.. ya elahh…), mamaku ingin dalam sehari aku memainkan organ dan menyanyikan sebuah lagu untuknya ( yang jarang kukerjakan..), aku lebih asik dengan laptopku daripada menemani mama nonton tv, lebih senang salat sendiri dibanding salat maghrib berjamaah dengan mama … (ampuni hambaMu ini ya Allah..) dan banyak hal lain…

Sementara papa, saat pulang kantor mestinya aku siapkan minuman yang bisa menyegarkannya atau memotongkan buah yang tersimpan di lemari es (alias kulkas) bisa juga pagi hari aku bisa menemaninya sarapan lebih sering lalu menyemangatinya saat berangkat ke kantor… aku malah sibuk mempersiapkan diri kuliah… atau kadang masih bergelung selimut di tempat tidur…

Tindakan-tindakan kecil sebagai wujud perhatian..

Mengerjakan apa yang diminta orang tua sebagai ungkapan kepatuhan…

Dan kasih sayang…

Aku masih jarang melakukan hal-hal demikian.. padahal orang tua selalu memberi dan memenuhi yang kubutuhkan.. Malah terkadang aku masih saja menuntut ini dan itu dari mereka.. gimana kalau Allah tiba-tiba jengkel padaku, lalu…

Saat perasaan takut itu muncul, tiba-tiba saja hati ini bergumam…

Ya Allah..
Semoga pikiran yang tiba-tiba muncul tak beralasan ini hanya sebuah pengingat untukku..
Kalau ternyata selama ini, aku masih kurang bersyukur padaMu…
Aku masih sering menyia-nyiakan kedua malaikat penjagaku di dunia ini..
Yaitu kedua orang tuaku…

Ya Allah…
Beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka, membanggakan mereka lebih banyak daripada membuat mereka bersedih… karena kelakuanku..

Ya Allah…
Aku ingin lebih dekat dan menyayangi mereka sebagai wujud rasa cintaku padaMu..
Karena bagiku mereka adalah wakilMu didunia ini…
2 Malaikat penuh cinta yang selalu menginginkan kebaikan untukku..

Amin..

Aku mendoakan kedua malaikatku, agar mendapatkan keamanan dan keselamatan hingga berkumpul denganku lagi.. kusingkirkan pikiran aneh itu jauh-jauh… sembari memasang niat, jika mereka kembali.. aku akan lebih sering menunjukkan rasa sayangku.. menjawab perkataan mereka lebih halus… mengerjakan apa yang mereka minta.. menjaga hati mereka… agar mereka ridho dan ikhlas dalam mendoakanku…

Pa, Ma.. maafkan dewi kalau terkadang membuat hati papa mama bersedih..
Maklumilah sebagai proses pendewasaan diri bagi dewi..
Yang InsyaAllah tak akan dewi ulangi..

Pa, Ma.. I Love You..