TALK LESS WRITE MORE WITH TERE LIYE

Disclaimer:

Rangkuman ini saya buat setelah melihat siaran salah satu channel youtube  yang membahas tentang kepenulisan dengan narasumber penulis terkenal TereLiye (sumber channel akan saya cantumkan dibawah). Membuat rangkuman saya rasa tetap akan saya lakukan kedepannya sebagai salah satu cara latihan dalam meningkatkan pemahaman akan suatu materi, kemudian menuliskannya kembali. Namanya rangkuman berarti ada yang plek ketiplek saya tulis dari ucapan narasumber (kata per kata), dan ada juga yang saya tulis berdasarkan pemahaman saya atas apa yang disampaikan. Kalau mau lebih maknyus ya lihat videonya langsung mbak mas, karena tidak semua contoh, perumpamaan, nasehat dll saya masukkan rangkuman ini. So.. lets get started our first RKO (Rangkuman Kuliah Online)… udah berasa kayak chenel yutub aja bah..

Tere Liye merupakan seorang penulis dengan nama asli Darwis. Ia lahir di pedalaman Sumatera (orang Melayu Sumatera), di kabupaten Lahat. Ia mulai aktif menulis sejak SD hingga saat ini. Ia menghasilkan lebih dari 30 buku. Karya terkenalnya berjudul: Hafalan Shalat Delisa. Berikut tips terbaik menulis dari Tere Liye:

Menemukan sudut pandang yang berbeda

Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu menemukan sudut pandang yang spesial. Sudut pandang yang tidak dipikirkan kebanyakan orang. Contoh topik: Hitam

Hitam selalu datang terlambat, kemana-mana selalu terlambat. Ke pasar terlambat, ke sekolah terlambat, ke mall terlambat. Pada suatu hari teman-temannya bosan sekali, memutuskan pergi tanpa warna hitam. Mejikuhibiniu pergi tanpa warna hitam, sejak itulah warna pelangi tidak memiliki warna hitam.

Adalah tugas penulis pertama kali memikirkan sudut pandang yang berbeda. Penulis yang baik selalu menemukan sudut pandang yang berbeda. Apapun tulisan yang akan dibuat, selalu muncul dengan sesuatu yang berbeda, tampil lebih beda jauh lebih efektif dibandingkan hanya tampil lebih baik.

Mengumpulkan amunisi menulis

Penulis yang baik membutuhkan amunisi, tidak ada amunisinya tidak bisa menulis. Amunisi berarti ide-ide didalam kepala kita. Amunisi bisa dicari dengan 3 hal:

  1. Banyak-banyak baca buku (baca apa saja). Kita tidak bisa menulis jika tidak suka membaca. Membaca itu penting untuk membuka cakrawala pikiran.
  2. Banyak-banyak melakukan perjalanan. Penulis yang baik mutlak sekali melakukan perjalanan.
  3. Bertemu dengan orang-orang bijak. Berteman dan bergaulah dengan banyak orang dan “simaklah” kisah mereka.

Kata guru-guru Mashyur:

“Ananda kalau kamu ingin menulis ketahuilah satu paragraf yang kamu tulis dalam sebuah tulisan setara dengan satu buku yang harus kamu baca.”

Ilustrasi dalam menulis:

Menulis itu sama dengan di meja kita ada 6 buah gelas kosong, kita punya teko satu, teko ini digunakan untuk menuang 6 gelas kosong. Kalau teko kita kosong, bisa mengisi 6 gelas kosong? Imposibble. Jangankan penuh, menetespun tidak. Tapi kalau teko kita penuh, mudah sekali gelas itu terisi.

Mulailah mengisi kepala kita dengan amunisi, terlepas kedepannya kita menjadi penulis masyhur atau tidak, hal tersebut penting bagi kita. Jika dikepala kita terdapat banyak ide dan inspirasi, maka menulis, menemukan sudut pandang yang berbeda itu mudah sekali. Tentang cinta misalnya, sumber inspirasi cinta itu bisa didapat dengan bertanya kepada kedua orang tua kita, atau kakek nenek kita yang sudah menikah selama 60 tahun. Maka jawaban dari mereka bisa menarik sekali, cerita mereka akan menambah pemahaman kita mengenai apa itu Cinta.

Bagaimana ketika itu dituliskan

  • Kalimat pertama itu mudah. Mulailah dengan kalimat apapun yang terlintas di kepala, nantinya akan mengalir sendiri, ide muncul sehingga tersusunlah suatu tulisan. Selanjutnya kita bisa menghapus kalimat-kalimat awal yang dirasa tidak sesuai dengan tulisan secara keseluruhan yang sudah jadi.
  • Gaya bahasa adalah kebiasaan. Menulis dengan gaya bahasa yang lembut, halus dan indah akan dapat dilakukan sepanjang kita membiasakan dengan terus menerus berlatih menulis.
  • Menyelesaikan lebih gampang. Menulis itu menyenangkan. Jika menulis kita merasa tersiksa lahir dan batin, boleh jadi kita tidak cocok menjadi penulis. MENULIS HARUS MENYENANGKAN. Jika kita tiba pada bab terakhir tulisan lalu kita bingung bab nya apa, ya santai saja. Tutup saja. TAMAT. Tidak ada keharusan harus ada kesimpulannya. Kecuali Skripsi ;P

Ala bisa karena terbiasa. Latihan – latihan – latihan.

Kata kunci untuk bisa menulis adalah latihan-latihan dan latihan. Jika benar-benar mau menjadi seorang penulis, berjanjilah akan menulis 1000 kata per hari. Laksanakan selama 180 hari nonstop. Jika sudah selesai 180 hari, berhenti di hari ke 181. Maka disaat itulah kita telah menetas menjadi penulis yang sama baiknya dengan orang-orang yang kita baca tulisannya selama ini.

Tambahan Inspirasi dari sesi tanya jawab:

  • Berhenti mendengarkan komentar orang lain yang tidak ada faedah dan manfaatnya.
  • Berhenti mengatakan kita sibuk (sehingga tidak punya waktu untuk menulis) karena hal tersebut adalah Omong Kosong. Disiplinlah untuk menentukan waktu kapan akan menulis. DISIPLIN. Ingin jadi penulis tapi tidak disiplin, maka tidak akan bisa menjadi penulis.
  • Bagaimana bisa menghidupkan kembali tulisan kita adalah dengan LATIHAN. BANYAK LATIHAN MENULIS.
  • Menulis itu Simpel, bagi Tere Liye ada 3 levelnya:
    1. Tulisan-tulisan yang menghibur dan menemani. Yaitu tulisan yang dapat menghibur dan menemani seseorang dalam menghabiskan waktunya.
    2. Tulisan yang bermanfaat. Yaitu tulisan yang ketika dibaca akan menambah pengetahuan baru bagi pembacanya.
    3. Tulisan yang menginspirasi. Yaitu tulisan yang ketika dibaca, akan menambah pemahaman baru dipikiran pembacanya.

Bagi Tere Liye, ketika ia menulis ia tidak pernah peduli dengan level tertingginya, ia menulis dengan fokus untuk menghibur dan menemani. Kabar baiknya, pesan dari Guru menulis Tere Liye:

“Ananda besok lusa kalau kau ingin jadi penulis, pastikan kamu menulis dengan tulus, maka jika kamu menulis dengan niat yang tulus.. Apa yang terjadi? Tulisanmu serta merta naik pangkat, tidak hanya menghibur dan menemani ,loncat menjadi bermanfaat, loncat lagi ke level paling tinggi: menginspirasi orang lain. Itulah tulisan yang paling bermanfaat disekitar kita, buku-buku yang ketika kamu baca akan mengubah kehidupanmu.”

  • Inspirasi bisa kita dapatkan dari mana saja.

Sebuah Nasehat Lama:

Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua menanam pohon adalah HARI INI. Barangsiapa yang bercita – cita menjadi seorang penulis, maka tanamlah pohon kepenulisannya HARI INI. SEGERA. Karena waktu terbaik kedua hanyalah HARI INI. Tidak perlu menunggu 20 tahun, boleh jadi 5-6 tahun saja, pohonmu sudah mulai tumbuh besar, mulai berbuah, mulai bermanfaat bagi orang disekitarnya. Tidak mudah dalam menanam pohon tersebut, tapi jika bersungguh-sungguh berkomitmen merawat pohonmu dengan terus berlatih menulis. InsyaAllah pohon kepenulisanmu akan tumbuh besar.

Ayat pertama yang turun dalam Al-Quran adalah IQRA (Bacalah). Bacalah, bacalah, bacalah.. Namun yang lebih prinsipil dari itu adalah: kita mau baca apa?

Generasi muslim terbaik terdahulu, mereka rata-rata adalah penulis. Ulama-ulama termashyur zaman dahulu rata-rata adalah penulis. Kita tidak mengenal Imam Ghozali, tapi hari ini kita mengenal dia melalui tulisan-tulisan yang dia tulis. Maka tibalah pertanyaan pada kita kelak, kita mau meninggalkan apa dalam hidup ini?

SIAPAPUN BISA JADI PENULIS.

Mulailah perjalanan panjang kita menulis…

 

Sumber gambar: Pixabay

Sumber Rangkuman Kuliah Online (RKO)

Chanel Youtube: MBS TV Yogyakarta

Tere Liye_Berbagi Tips terbaik menulis_tips pertama

SAAT MAU MENULIS TAPI BINGUNG MEMULAI DARI MANA

Saya memiliki hobi menulis ini sejak masih di SD. Saya ingat, pada waktu itu sempat membuat cerita karangan sendiri lalu saya bentuk menjadi buku saku kecil, ya sebesar saku baju kemeja laki-laki. Isinya apa? Ya hanya cerita khayalan anak SD yang berkisar tentang putri-putrian, kerajaan dongeng dan lain-lain. Anehnya yang saya ingat saat itu saya sempat berfikir “Mungkin tidak ya buku kecil saya ini ada yang menyukai, bisa saya buat banyak lalu saya jual.” Rupanya impian kepenulisan saya sudah amat sangat tinggi saat itu.

Setelah masa SD yang penuh impian tentang menulis dan menjual buku, kehidupan kepenulisan saya di masa SMP hanya berkutat di seputar membuat diary pribadi. Saya punya banyak diary dalam rentang masa SMP hingga saya kuliah. Isinya tentu berkisar kehidupan sehari-hari dan kegalauan anak remaja (hingga awal usia dewasa). O iya saya juga masih suka menulis cerita pendek tentang roman remaja ala saya, yang saya buat khusus di sebuah buku tulis. Jadi di dalam buku tulis tersebut terdapat beberapa judul cerita pendek karangan saya. Hmm… sungguh ternyata khayalan saya ini setinggi bintang di langit.

Masih berkaitan dengan kepenulisan. Seseorang yang memiliki passion menulis kemungkinan besar juga suka membaca buku. Kenapa demikian? Tentu saja demikian, apa yang mau ia tulis jika kepalanya tidak mempunyai cukup ide yang akan dituangkan. Ide itu berasal dari mana? Salah satunya adalah kegemaran membaca buku. Kembali mengenang masa kecil saya, saya ingat dahulu kedua orang tua saya sering sekali mengajak saya ke toko buku di akhir pekan. Membuat saya gemar membaca, walaupun yang sering saya beli adalah buku Komik Misteri dan Novel. Setidaknya itu menjadikan saya tidak alergi terhadap buku dan kegiatan membaca. Seiring pertambahan usia dan pengalaman, tentu interest saya terhadap buku juga berkembang. Bacaan saya tidak melulu cerita khayal, namun melebar jadi cerita tokoh (biografi), pengembangan diri, ilmu agama dan buku yang berkaitan dengan mata kuliah saya. Psikologi.

Saat saya kuliah jurusan Psikologi (S1). Saya sempat mengikuti organisasi kemahasiswaan IMAPSI. Ikatan Mahasiswa Psikologi. Saya berkecimpung di bidang Jurnalistik, yang tugasnya membuat buletin bulanan. Waktu itu saya memegang posisi sebagai Redaktur Pelaksana. Tugas saya adalah mengawasi bagian-bagian dibawah saya (bagian redaksi, artistik, percetakan dan pemasaran) apakah telah melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai tenggat waktu. Buletin tersebut (dimasa kepengurusan saya) sempat mengeluarkan hingga lima atau enam edisi. Pengalaman yang sangat menyenangkan dan tidak terlupakan bagi saya.

Setelah masa kuliah, keaktifan saya dalam dunia menulis –selain menulis diary- adalah menjajaki dunia per blog kan. Bisa dilihat di rekam jejak tulisan-tulisan saya di blog ini, masa paling aktif adalah ditahun 2010. Maksud saya paling aktif adalah lumayan banyak tulisan saya di tahun itu jika dibanding tahun tahun sesudahnya yang mengalami ke-vakuman. Tulisan seperti apa? Tulisan catatan hati juga.. disertai beberapa ide yang muncul seketika, berubah menjadi tulisan yang maksudnya ingin memotivasi dan menginspirasi. Pada tahun 2015, tulisan yang saya buat adalah tentang pengalaman dalam menyapih bayi saya setelah 2 tahun diberi ASI. Ternyata tulisan akan berubah genre sesuai dengan apa yang dialami oleh penulisnya.

Ditahun 2020 ini saya kembali merasakan kerinduan untuk menulis. Harapan saya akan lebih serius dari sebelumnya. Mungkin saja saya bisa mewujudkan keinginan saya membuat buku, yang bisa disukai dan bisa dijual seperti khayalan saya diwaktu SD dulu. Untuk itulah saya kembali membuka blog lama saya yang sudah vakum sekitar 5 tahun belakangan. Kalau blog diibaratkan ruang untuk menuangkan ide, didunia nyata ruangan ini sudah berjamur dan berkerak mungkin, karena lama tidak diisi ide pemikiran segar dan baru.

Bingung memulai tulisan dari mana, hal inilah yang saya lakukan untuk memancing hadirnya ide serta inpirasi dalam menulis:

  • Membaca buku-buku yang menarik minat saya

Membaca buku bertujuan untuk membuka cakrawala berfikir serta menambah pengetahuan tentang berbagai hal. Jika kita terbiasa membaca banyak buku maka kita akan lebih mudah mengembangkan ide atau inspirasi yang datang. Kita akan mampu menjabarkan sebuah ide dari berbagai sudut pandang.

  • Membaca tulisan dari berbagai blog

Jika membaca buku akan membantu kita memperdalam bahasan sebuah Ide. Membaca tulisan atau artikel pendek (dengan berbagai tema) akan memudahkan kita menemukan Ide itu sendiri. Dengan ide yang sama kita bisa membahasnya dari sudut pandang yang berbeda, atau mengembangkannya sesuai dengan pengalaman pribadi kita mengenai hal tersebut. Dikala pikiran kita sedang tersendat dalam menemukan ide, membaca tulisan atau artikel pendek kemudian membahas ulang dengan perspektif yang berbeda bisa menjadi pilihan.

  • Mengikuti pembelajaran tentang Literasi

Zaman sekarang untuk belajar mengenai literasi menjadi lebih mudah. Ada banyak kesempatan dan media yang membahas tentang bidang kepenulisan. Saya memanfaatkan media youtube yang cukup banyak menampilkan video workshop ataupun seminar kepenulisan. Narasumber nya juga beragam, yaitu para penulis terkenal yang telah membuat banyak karya tulis dan menerbitkan buku yang fenomenal. Mereka membagikan berbagai tips, nasehat bijak dan motivasi agar kita lebih tergugah untuk konsisten menulis dan menghasilkan karya. Dengan memahami dunia kepenulisan dari penulis yang berpengalaman, kita akan mendapat ilmu mahal tentang bagaimana menangkap Ide, dan memprosesnya sehingga menjadi tulisan yang utuh. Menulis bukan hanya proses menulisnya saja, tetapi bagaimana kita memanajemeni pola hidup kita agar menjadi disiplin. Menjalani hidup yang efektif dan disiplin, menepati jadwal kegiatan sehari-hari yang harus kita lakukan, akan memberi kesempatan yang luas bagi kita untuk menulis.

  • Kontemplasi diri pada perjalanan hidup yang telah dilewati

Memperoleh ide tulisan dari pengalaman hidup bisa menjadi salah satu pilihan. Bukankah pelajaran hidup paling mahal dan berharga bisa kita dapatkan dari pengalaman hidup orang lain. Dengan merenung dan berfokus pada perjalanan hidup yang telah dilalui, kita akan dapat menemukan nilai-nilai, makna dan manfaat yang dapat kita bagikan kepada orang lain melalui tulisan. Kita akan lebih mudah menuliskan pengalaman hidup kita yang bermakna tersebut, karena merupakan hal yang dekat dan familiar. Tidak perlu melakukan riset khusus yang rumit jika yang kita bahas adalah ide yang berasal dari kehidupan kita sendiri. Tulisan saya ini, setengah diawalnya merupakan hasil kontemplasi diri.

  • Relaksasi dan melonggarkan pikiran

Terkadang ide bisa muncul tiba-tiba disaat yang tidak terduga. Ketika kepala kita sudah terlalu penat dalam memikirkan ide, bersantailah dan longgarkan pikiran. Ide bisa datang darimana saja, mungkin saja saat kita sedang bersantai, menyeruput kopi dan memandangi rumput yang bergoyang, ide tersebut hadir.

  • Tulis atau ketik saja

Percaya atau tidak, tulisan dengan lebih dari 1000 kata ini justru muncul saat saya bingung memulai dari mana untuk menulis. TERNYATA KEBINGUNGAN ITU SENDIRI ADALAH SEBUAH IDE.

Sumber gambar: Pixabay

Weaning with Love… eh Kopi ding..

weaning

Hari ini tepat 10 hari saya berhasil menyapih Satrio, sebetulnya masa menyusui tio juga sudah lewat masa kontrak 2 tahun yang diwajibkan hehe.. Tidak apalah dikasih bonus, menyusu adalah masa sekali untuk seumur hidup Satrio. Semoga kasih cinta bunda dengan menyusuimu 2 tahun lebih, akan membuatmu sehat selalu di sepanjang hidupmu nak. Amin.

Usaha menyapih Satrio beberapa bulan lalu dimulai dengan menggunakan lipstik, melihat warna merah dan mengatakan kalau nene-nya sakit sudah cukup membuatnya geleng-geleng kepala. Sukses menurut sy.. tapi apa daya, saat Satrio terbangun tengah malam.. papanya dengan setengah sadar bilang.. “Udah bunda, disusuin saja.. kasihan. Papa masih belum tega, papa masih seneng lihat Satrio nyusu.” Laaaah… bapake yang gk tega..

Alhasil upaya lipstick gagal.. dan Satrio masih lanjut nene nya. Tibalah suatu saat pulang kampung ketemu opanya di Jakarta (Jakarta kok kampung). Opanya langsung ngingetin kalau batasnya itu 2 tahun, dan bilang agar Satrio segera disapih.. karena sudah besar. Iya Opa maunya juga begitu, tapi tidak semudah ucapan.

Dengan tekad baja, upaya penyapihan dimulai lagi. Saat ini papa Satrio sedang diluar kota untuk beberapa waktu, jadi berkurang satu halangan hahaha.. Karena menyapih Satrio sudah tidak mempan menggunakan lipstik, kali ini menggunakan kopi pahit. Kebetulan Satrio anak yang agak pembersih.. gk suka lihat yang kotor-kotor. Ketempelan nasi di kaki aja dia sudah heboh.. jadi pas lihat nene dengan bintik-bintik hitam kopi, dia udah ngernyit duluan. Waktu disuruh nene dianya geleng-geleng. Wah.. mudahnya.. beberapa kali dia mencoba nekat (sangking pengen banget nene kali ya), begitu dia nenen langsung kerasa pahitnya kopi hitam dan Satrio langsung melepas si nene dan merasa heran.. kapok nekat sejak saat itu.

Sebenarnya beberapa kali hampir menyerah, karena kok ya kasihan.. Satrio berujar pelan merayu.. “nene maa..” tapi akhirnya ingat, kalau gk sekarang.. mau kapan lagi? Dengan berat hati sy katakan “Nene nya pahit, Satrio sudah besar.. gk nene lagi, kalau mau nene minum susu saja ya..” akhirnya dia manut minum susu Dan**w. Saat malam mau tidur, yang biasanya ngelonin dia pake nene.. sekarang dialihkan dengan memijat kaki, tangan dan badannya pakai body lotion, sepertinya dia suka wanginya.. dan merasa rileks saat dipijat. Nene,diganti dengan pelukan hangat bunda untuk Satrio. Pelukan yang membawa Satrio pulas ke alam mimpi.

Setelah 2 tahun lebih menyusui Satrio, awal menyapihnya memang membuat sedih. Masa terdekat dan eksklusif ibu anak harus berakhir juga. Sekarang Satrio bisa tidur hanya dengan dipeluk, Satrio bisa tidur hanya dengan digendong dan diayun ayun sebentar. Padahal dulu, dia hanya bisa tidur setelah disusui.

Bunda akan rindu masa-masa indah menyusuimu nak, dan mengingatnya sepanjang hayat.

Mengingat bagaimana pertama kali bunda memeluk tubuh mungilmu untuk bunda susui.

Mengingat tatapan mata beningmu yang tertuju pada bunda saat menyusu,

Dan bagaimana tangan kecilmu berusaha menggapai wajah bunda..

Mengingat kita selalu tidur bersisian sejak awal hidupmu, begitu dekat engkau dalam dekapan bunda..

Terima kasih Satrio..

Terima kasih Tuhan atas Rahman dan Rahimmu kepada kami..

sumber gambar: mbah google

50 First Date (review)

50 first dates movie
50 first dates movie

Film komedi romantis ini dibintangi oleh Drew Barrymore sebagai Lucy dan Adam Sandler sebagai Henry Roth. Film ini menceritakan kehidupan Henry Roth yang awalnya senang menjalani hubungan one night stand, hubungan singkat yang didasari suka sama suka dan tanpa ikatan. Dia akan mencari berbagai cara untuk menghilang dari wanita yang telah dikencani nya agar hubungan tersebut tidak berlanjut lebih jauh.

Hingga pada suatu hari, Henry bertemu dengan Lucy. Gadis yang bermasalah dengan ingatan jangka pendeknya. Lucy bertemu dan berkenalan dengan Henry, tapi keesokan harinya Lucy akan lupa pada Henry. Itu yang terjadi setiap harinya.. Salah seorang teman Henry mengatakan kalau Lucy adalah wanita yang cocok untuk Henry, Henry tidak perlu khawatir jika berkencan dengan Lucy berkali-kali, hari ini Henry bisa kencan dengannya toh esok hari Lucy akan lupa. Tapi Henry terlanjur jatuh cinta pada Lucy, ia tidak mau mempermainkan Lucy, hingga ia mencari berbagai cara agar bisa berinteraksi dengannya setiap hari. Walau ditiap harinya Lucy pasti tidak ingat Henry.

Berhasilkah Henry membuat Lucy ingat padanya? TIDAK (secara sadar).

Bagian haru di film ini adalah saat Lucy menyadari apa yang menimpa dirinya, saat Henry berusaha agar hidup Lucy bisa berjalan terus (tidak jalan ditempat), dan pada saat Lucy meminta Henry pergi dari hidupnya. Lucy tidak ingin menghalangi cita-cita Henry meneliti kehidupan hewan laut di kutub utara. Bagaimana Henry bisa mewujudkan impiannya itu kalau setiap hari harus mengurus Lucy. Kasian Henry yang patah hati.. Sementara Lucy tidak patah hati karena LUPA *sigh*.

Saat Henry mulai berlayar menuju kutub utara, ia menyadari sesungguhnya Lucy mengingatnya.. (dengan alam bawah sadarnya). How? Kira-kira beginilah percakapan keduanya:

“LUCCYYY…….. Kamu ingat padaku”

“Tidak…”

“Oh…”

“Siapa namamu?”

“Aku Henry..”

“Henry… aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, maukah kamu ikut denganku?”

“Ya..”

 …………………………….

“Ini studioku.. “

“Wow…” (Henry memperhatikan studio Lucy yang penuh dengan lukisan dirinya)

“Aku tidak tau siapa kamu Henry… tapi aku memimpikanmu hampir setiap malam.. Kenapa?”

“Menurutmu bagaimana jika kukatakan, didalam buku catatan yang kamu baca setiap harinya.. Dulunya banyak berisi tentang aku…”

” Itu cukup masuk akal…”

“Kamu menghapusku dari ingatanmu, karena mengira kamu menyebabkan aku tidak akan bisa hidup bahagia.. Tapi kamu salah, bersamamulah aku merasa bahagia.. Kamu adalah gadis impianku dan sepertinya aku juga demikian bagimu…”

“Henry… senang berkenalan denganmu…” (Yaelah……)

“Senang bertemu denganmu jugaa….”

Percayalah untuk scene ini, di filmnya akan lebih mengharukan dari percakapan yang saya tulis, tentu jika subtitle nya juga tidak ngaco, hehe… kecuali bahasa inggrismu jago jaya, bisa paham tanpa subtitle.. :p

Di akhir film.. Henry berhasil mewujudkan impiannya ke kutub utara, tentunya bersama Lucy, istrinya tercinta.. Anak perempuan mereka dan ayah Lucy yang turut serta.. (scene ini sukses membuat mata saya berair….)

Somewhere over the rainbow… way up high

And the dreams that you dreamed of once in a lullaby…

Oh, somewhere over the rainbow.. Blue birds fly

And the dream that you dreamed of

Dreams really do come true..

Bahasan film:

Film ini walau terkesan ringan dan menghibur, sesungguhnya memiliki pesan yang cukup dalam. Disini ada cinta tulus tanpa syarat yang ditunjukkan.. Baik oleh ayah dan adik lelaki Lucy, yang setiap harinya rela mengulang aktivitas yang sama demi Lucy. Juga oleh Henry yang bersedia menerima keadaan Lucy apa adanya.. Bahkan berusaha membuat lucy ingat dan jatuh cinta padanya setiap hari.. Lebih dari itu Henry berusaha agar kehidupan Lucy bisa berlanjut, berkembang.

Seperti itulah seharusnya cinta, bisa membuat orang yang mencintai dan yang dicintai menjadi pribadi yang lebih baik. Bisa saling melengkapi dan mendukung. Disini Lucy jadi bisa melanjutkan hidupnya walau dengan masalah ingatannya.. Sementara Henry, tentu dia menjadi pribadi yang lebih konsisten dan tidak takut berkomitmen dengan mencintai Lucy, serta bisa mewujudkan impiannya.

Obrolan tentang Jodoh

Sambil menunggu koneksi internet normal kembali (dudul amat hari ini koneksinya), tiba-tiba aku ingat obrolan tentang “jodoh” dengan teman adik ke empat dari GFF bersaudara, hwhwhw…

Jadi apa itu jodoh? Sempat ada 2 konsep / pernyataan yang terpikir olehku, keduanya memiliki sedikit perbedaan.. namun tetap beda, ini dia:

1.        Jodoh itu ada, seseorang punya jodoh diluaran sana. ADA tapi tidak ditentukan orangnya, dengan kata lain, JODOH kita bisa siapa saja..  (Si A punya jodoh, jodohnya bisa B, C, D, dst)

2.       Jodoh itu ada dan sudah ditentukan siapa orangnya (Si A berjodoh dengan B)

Beda kedua pernyataan diatas terkait dengan SUDAH DITENTUKAN ORANG YANG JADI JODOH KITA / BELUM. Persamaanya yaitu JODOH ITU ADA (maap ya bagi yang berpendapat lain dari ini, menurut saya ya begini.. hwhw..) persamaan yang lain adalah KITA HARUS BERUSAHA MENDAPATKANNYA, jadi kalau nggak berusaha.. ya bakal sulit mendapatkannya…

Dulu aku bingung, mana yang benar ya.. tapi akhir-akhir ini setelah merenung (halah, lebay..) aku lebih setuju dengan pernyataan kedua.. kenapa?

Yach.. kalau kita mengamati alam semesta ini, segala sesuatu yang tercipta didalamnya hidup dengan aturannya masing-masing, ada aturan yang berlaku meskipun aturan tersebut tidak terlihat. Bagaimana bumi ini berotasi (dengan putaran yang sedemikian rupa), bagaimana bumi, bulan, matahari dan benda planet lain bergerak dengan orbitnya masing-masing (ada aturannya). Bagaimana tumbuh-tumbuhan punya waktu kapan mulai tumbuh, mengeluarkan tunasnya, berbunga, berbuah, daunya mulai menguning.. dan lama-lama mati (tumbuhan saja punya aturan).

Segala sesuatu yang tercipta didalamnya hidup dengan aturannya masing-masing

Trus masa’ manusia yang jumlahnya miliaran ini, dari zaman Nabi Adam AS, sampai kelak datangnya hari akhir gak diatur dengan siapa ia akan bertemu, dengan siapa ia akan berjodoh… semerawut abis dong kalo gitu… Jadi aku berpendapat, DIA sudah menyiapkan seseorang untuk kita, yaitu si X (misal), yang perlu kita lakukan adalah berusaha mencarinya.. (meski kita tidak tau kalau X adalah jodoh kita)

Trus kok ada yang namanya cerai? -Tanya adik ke 4- (~.~)?

Ok..untuk menjawab pertanyaan ini, hal lain yang juga kupercayai adalah adanya batas waktu untuk segala sesuatu.. seperti adanya hari akhir yang akan mengakhiri kehidupan didunia ini (hancurnya langit dan bumi). Seperti adanya usia yang ditentukan bagi setiap makhluk yang hidup. Begitu juga dengan lamanya jodoh kita dengan orang lain.. tetap ada tenggat waktunya.. yang paling lama –didunia ini- adalah jika waktu berjodohnya kita dengan orang lain diakhiri dengan meninggalnya salah satu pasangan..  begitu..

Ada batas waktu untuk segala sesuatu..

Jadi kesimpulannya (kesimpulan saya pribadi) adalah:

Jodoh itu ada dan sudah ditentukan siapa orangnya, yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa agar bertemu dengan pasangan kita tersebut. Selanjutnya lama waktu kita berjodoh dengan orang lain juga sudah ditentukan… seperti waktu kita hidup didunia ini juga ditentukan lamanya bukan… Hehe.. ini opini, pendapat, hasil pemikiran.. jadi CMIIW yaaa….

Jodoh itu ada, yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa agar bertemu dengan pasangan kita tersebut

-uwiek-

puNya AtuRan

Hidup, kita tidak tau berapa lama usia yang kita miliki untuk tetap hidup di dunia ini.. Karena ketidaktahuan tersebut, seolah kita leluasa menjalani waktu yang kita punya… tak berbatas…

Sekarang aku membayangkan, jika saja aku divonis hanya memiliki waktu 1 minggu lagi untuk hidup… yang berarti selasa depan aku akan mati… lalu, apa yang akan kulakukan dengan waktu yang tersisa ya…

Aku akan…

  • Menghubungi orang-orang yang ingin kuhubungi walau hanya untuk menanyakan kabarnya…
  • Mengunjungi saudara, kerabat, keluarga yang kusayangi…
  • Makan dan minum makanan kesukaanku…
  • Melakukan hal-hal yang kusukai..
  • Berbuat baik…
  • Tersenyum, tertawa… bergembira, berbahagia…
  • Jalan2 menikmati pemandangan…
  • Menghayati ternyata hidup itu begitu berharga.. Dan bersyukur padaNya…
  • Beribadah dengan tekun, mengaji berdoa untuk menenangkan diriku..

Semua itu terpikirkan, saat aku membayangkan usiaku tinggal seminggu lagi… Aku jadi teringat tentang film yang mengisahkan dua orang yang difonis suatu penyakit dan akan meninggal setahun kemudian, mereka membuat daftar hal-hal yang harus dipenuhi sebelum mereka meninggal.. Keinginan-keinginan, harapan, impian, hasrat yang selama ini “dikesampingkan”atau “terlupakan” (the bucket list)

Kembali ke alam nyata dimana aku masih belum tau sampai berapa lama akan hidup di dunia ini, aku merasa.. Mulai sekarang, setiap hari aku harus berbahagia, melakukan hal-hal yang ingin kulakukan, makan dan minum makanan kesukaan, tetap menjalin hubungan dengan orang-orang yang kusayangi atau.. Semua orang barangkali.. Hwhw.. Beribadah dengan tekun, selalu bersyukur.. Meluangkan waktu untuk menghayati ternyata hidup ini sungguh berharga.. Sehingga aku akan selalu berterima kasih padaNya..

Kenapa juga judul tulisan ini punya Aturan… well yang tersirat dalam pikiranku adalah untuk bisa melakukan banyak hal dalam usia yang -seolah- tak berbatas, kita membutuhkan aturan-aturan dalam hidup..

Kita bisa mengatur keseharian kita, kapan waktunya bekerja, bersama keluarga, memperhatikan diri sendiri, berekreasi, beribadah..  Semua seharusnya diatur dengan seksama.. Agar usia “tak berbatas” ini tidak terlewat begitu saja dengan hal yang itu-itu saja.. Rutinitas tak bermakna (karena kita lupa memaknainya)

Karena sesungguhnya.. Aturan itu memberimu Kebebasan… percayalah…

Selain itu sebaiknya kita juga memiliki “list” mengenai apa-apa saja yang ingin kita lakukan, kita capai, kita wujudkan.. didalam kehidupan kita.. agar hidup menjadi lebih bermakna.. 🙂

Kemana Perginya…

Beberapa hari yang lalu waktu berangkat ke kampus ada kejadian di jalan. Pengendara sepeda motor (1) menyelip pengendara sepeda motor yang lain (2) sehingga terhalang untuk jalan. Sepertinya sempat ada adu mata diantara mereka alias saling melotot satu sama lain (halah) dan itu menyebabkan kendaraan lain berhenti..

Untungnya adu mata berakhir dan kami dapat melanjutkan perjalanan dengan te… bentar dulu, belum juga 50 meter, terlihat lagi para pengendara motor yang tadi dipinggir jalan. Pengendara motor yang merasa terhalangi mendatangi pengendara motor satunya dan mulai memukul menggunakan helm, gak lama pemukulan berlanjut diatas rumput.. Pengendara yang sejak awal dipukulin pake helm selanjutnya mendapat pukulan tangan berkali-kali diwajahnya.. Busyet…. Untung banyak warga yang berdatangan untuk melerai mereka..

Beberapa bulan yang lalu-pun aku sempat melihat kejadian (berantem-berantem) seperti itu, tapi ini di pasar… tau apa yang terjadi? Pedagang pasar mengejar seseorang (entah siapa) dengan mengacung-acungkan goloknya.. Kejadian itu diawali oleh adu mulut…  hmmm….

“Kemana Perginya…??”

Masih segar diingatan berita yang kutonton di tv (kejadian tanjung priok 2010).. Saling baku hantam, saling menyakiti satu sama lain.. Amarah mendominasi jiwa, kekerasan seolah hal yang biasa… semua yang melihat hanya bisa bertanya dalam hati.. Apa tidak ada jalan keluar lain, solusi yang tidak melibatkan adu fisik? Entah-lah…

Kemana perginya “kesabaran”, atau niat baik untuk menyelesaikan sesuatu dengan “kepala dingin” dan “hati terbuka”, atau perlu juga disebut “kedewasaan” telah pergi? Bukankah orang yang dikatakan dewasa adalah orang yang bisa menyelesaikan masalah dengan tenang dan bijaksana… Bicarakan secara langsung dengan niat mencari kejelasan dan jalan keluar terbaik..

Hanya karena “adu mata” dan “adu mulut” selanjutnya tangan, helm, golok dipakai untuk melampiaskan emosi dan kemarahan…

Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah engkau marah.” Kemudian beliau mengulangi perkataannya beberapa kali, dan bersabda: “Janganlah engkau marah.” (Riwayat Bukhari)

Marah-marah.. Ntar cepat tua…

Sabda Rasulullah yang lain:

“Tidaklah kekuatan itu dinilai dengan adu kekuatan (gulat), namun yang kuat itu adalah orang yang dapat menguasai dirinya tatkala marah.” (Muttapaq Alaih)

Jadi orang yang kuat itu sesungguhnya orang yang mampu menahan amarahnya.. Atau mengendalikan emosinya.. Hmm..

Nb: Jangan memberi kesempatan setan bergembira dengan amarah kita.. tapi biarkan mereka yang marah-marah karena sabar kita…